
Kepiting Alaska: Penguasa Laut Dingin yang Bernilai Tinggi
Kepiting Alaska, atau yang dikenal sebagai Alaskan King Crab, adalah rajazeus salah satu spesies kepiting terbesar dan paling bernilai tinggi di dunia. Hidup di perairan dingin Laut Bering dan sekitar Alaska, kepiting ini terkenal dengan ukurannya yang besar, dagingnya yang lembut dan manis, serta perburuannya yang penuh tantangan. Keistimewaannya membuatnya menjadi primadona dalam industri kuliner, terutama di restoran-restoran mewah di berbagai negara.
Habitat dan Karakteristik Kepiting Alaska
Kepiting Alaska umumnya ditemukan di perairan dalam Laut Bering, Teluk Alaska, dan sepanjang pantai Pasifik Utara. Mereka hidup di dasar laut dengan kedalaman mulai dari 50 hingga 300 meter, di mana suhu air tetap dingin sepanjang tahun.
Ciri-ciri utama kepiting Alaska:
-
Ukuran besar: Kepiting ini bisa mencapai lebar cangkang 28 cm dan berat lebih dari 10 kg pada spesies tertentu.
-
Kaki panjang: Sebagian besar daging yang dikonsumsi berasal dari kaki dan capitnya yang besar.
-
Cangkang keras dan berduri: Berfungsi sebagai perlindungan dari predator seperti gurita, ikan besar, dan anjing laut.
-
Warna yang bervariasi: Tergantung spesiesnya, kepiting ini bisa berwarna merah, biru, atau emas.
Tiga jenis kepiting Alaska yang paling terkenal adalah:
-
Red King Crab (Kepiting Raja Merah) – Spesies terbesar dan paling banyak dicari, memiliki daging yang manis dan lembut.
-
Blue King Crab (Kepiting Raja Biru) – Lebih langka dibandingkan kepiting merah, ditemukan di daerah yang lebih dalam.
-
Golden King Crab (Kepiting Raja Emas) – Ukurannya lebih kecil tetapi tetap memiliki rasa yang lezat.
Perburuan Kepiting Alaska: Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia
Menangkap kepiting Alaska bukanlah pekerjaan yang mudah. Nelayan harus menghadapi ombak besar, suhu dingin ekstrem, dan kondisi laut yang ganas di musim dingin. Karena itu, perburuan kepiting ini dianggap sebagai salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia.
Metode penangkapannya menggunakan crab pot, yaitu perangkap berbentuk kotak besar yang diletakkan di dasar laut. Setelah beberapa hari, perangkap ini diangkat kembali ke kapal, dan hanya kepiting yang memenuhi standar ukuran yang dibawa ke darat, sementara yang terlalu kecil dikembalikan ke laut untuk menjaga populasinya.
Karena tingginya risiko dalam perburuan ini, harga kepiting Alaska bisa sangat mahal, terutama di pasar internasional.
Manfaat dan Kandungan Gizi Kepiting Alaska
Selain kelezatannya, kepiting Alaska juga kaya akan nutrisi, di antaranya:
-
Protein tinggi: Baik untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
-
Omega-3: Membantu menjaga kesehatan jantung dan otak.
-
Rendah lemak: Cocok untuk diet sehat.
-
Zinc dan Selenium: Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga metabolisme.
Konservasi dan Keberlanjutan
Karena tingginya permintaan global, populasi kepiting Alaska sempat mengalami penurunan. Untuk menjaga kelestariannya, pemerintah AS menerapkan berbagai regulasi ketat, seperti:
-
Musim tangkap terbatas untuk menghindari eksploitasi berlebihan.
-
Pembatasan ukuran kepiting yang boleh ditangkap agar kepiting muda dapat berkembang biak.
-
Zona perlindungan habitat agar populasi kepiting tetap stabil.
BACA JUGA DISINI: Laut Merah: Laut yang Menghubungkan Tiga Benua