Home

    

  Pesatnya perkembangan Karamba Jaring apung (KJA) di Kabupaten Situbondo memberikan dampak yang kurang baik di masa yang akan datang, untuk itu diperlukan suatu pengaturan secara terorganisir dan memerlukan koordinasi semua unit yang terlibat dalam kegiatan budidaya ikan kerapu seperti BBAP Situbondo, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Situbondo dan pelaku usaha kegiatan budidaya ikan kerapu itu sendiri.

      Karena agenda yang sangat urgen tersebut, maka Pengawas Perikanan BBAP Situbondo bekerjasama dengan DKP Kabupaten Situbondo menginisiasi suatu kegiatan pertemuan pembudidaya ikan kerapu di Kabupaten Situbondo pada tanggal 19 Februari 2014, bertempat di auditorium BBAP Situbondo dengan mengundang pihak-pihak terkait seperti Pengawas Perikanan Bidang Pembudidayaan Ikan BBAP Situbondo, PHPI BBAP Situbondo, Perekayasa BBAP Situbondo, Pembudidaya ikan di KJA, Dinas Kelautan Perikanan Kab. Situbondo, pelaku pasar ikan kerapu, Kepala Desa Klatakan dan pejabat terkait dari MUSPIKA Kecamatan Kendit.

      Tujuan kegiatan adalah untuk mensinkronisasi antara BBAP Situbondo, Dinas Kelautan dan Perikanan Situbondo dengan Pembudidaya ikan kerapu di KJA, serta menyebarkan informasi mengenai peluang pasar ikan kerapu konsumsi. Dalam pertemuan tersebut telah menghasilkan suatu kesepakatan bersama yaitu adanya pembentukan “ASOSIASI PEMBUDIDAYA IKAN KERAPU DI KABUPATEN SITUBONDO”. Kegiatan ini menjadi sangat penting dilaksanakan mengingat Kabupaten Situbondo mempunyai daerah perairan laut sangat luas, sepanjang 150 km dari barat ke timur dari kecamatan Banyuglugur  sampai kecamatan Banyuputih.

     Namun potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar tersebut belum di kelola secara penuh, oleh karenanya diperlukaan suatu usaha bersama supaya potensi kekayaan hayati yang sangat berlimpah dapat dilestarikan bahkan dikembangkan dengan lebih baik lagi, melalui pembentukan “Asosiasi Pembudidaya Ikan Kerapu di Kabupaten Situbondo”  kegiatan pembudidaya ikan kerapu yang selama ini telah berkembang dapat ditingkatkan menjadi suatu organissasi usaha yang terstruktur dan jelas, sehingga antar pengusaha budidaya ikan terjalin komunikasi yang efektif guna memecahkan permasalahan yang dimungkinkan muncul dikemudian hari serta usaha bersama untuk mengembangkan usaha budidaya kerapu yang ada sekarang.

 

Last Updated (Wednesday, 26 February 2014 09:37)

Read more...

 

Pendahuluan

Potensi perikanan budidaya di Indonesia masih bisa ditingkatkan produksinya karena didukung oleh luasnya lahan budidaya yang belum/kurang maksimal untuk dimanfaatkan. Oleh karena itu, Balai budidaya Air Payau Situbondo mempunyai tugas untuk memaksimalkan potensi tersebut dengan cara pemberian layanan yang bersifat teknis dan mengembangkan inovasi teknologi adaptif yang dibutuhkan oleh masyarakat pembudidaya.

Untuk mencapai tujuan tersebut diatas, perencanaan yang baik dan terarah sangat dipelukan untuk mencapai sasran tersebut.  Rencana strategis (RENSTRA) merupakan sebagai bahan acuan untuk melaksanakan semua kegiatan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, penyusunan pembuatan renstra sangat penting untuk menentukan visi, misi dan arah kebijakan yang akan direncanakan dan diambil sehingga semua kegiatan lebih terarah untuk mencapai sasaran dan target yang sudah ditentukan.

Tujuan dan Sasaran

Workshop penyusunan renstra merupakan suatu kegiatan terpadu untuk merumuskan perencanaan kebijakan yang akan dimabil selama lima tahun ke depan (tahun 2015-2019). Tujuan yang akan dicapai yaitu sebagai media pembelajaran cara penyusunan rencana strategis yang baik, terarah dan sesuai dengan pedoman yang ada.

Sasaran yang ingin dicapai adalah terlaksananya pembuatan renstra yang sesuai dengan semua kegiatan yang diselaraskan dengan tugas pokok dan fungsi Balai Budidaya Air Payau Situbondo.

Last Updated (Monday, 24 February 2014 15:31)

Read more...

 

         Dalam rangka memperingati hari HUT Dharmawanita (DWP) Persatuan 20 Desember 2013, DWP KKP mengadakan lomba jilbab tanpa kaca yang diikuti oleh seluruh perwakilan Ditjen dan Badan KKP. Acara DWP dimulai pukul 9.00 WIB dengan seminar mengenai bahaya kanker servik yang dipaparkan oleh dr. Boy Busmar, Sp.OG, K-Onk.

      Pukul 11.00 WIB lomba jilbab tanpa kaca dimulai, 10 orang peserta diminta memilih dua jenis jilbab segi empat yang sudah ditentukan oleh panitia. Unsur penilaian terdiri dari keserasian jilbab, kerapian jilbab, kreasi jilbab dan ketepatan waktu. Waktu perlombaan yang diberikan hanya 20 menit. DWP DJPB diwakili oleh BBAP Situbondo, atas nama ibu Yulia arum Anjani berhasil meraih juara I (pertama)  dalam lomba ini. Juara kedua diraih oleh DWP PSDKP dan juara ketiga oleh DWP SDMKP.

Gbr.1. Ibu Yulia Arum Anjani, peraih juara Pertama lomba Hijab     

                                      

Gbr.2 Foto Bersama Ibu Dirjen Perikanan Budidaya

 

 

 

 


Last Updated (Thursday, 20 February 2014 14:11)

 

Last Updated (Tuesday, 25 February 2014 11:07)

Read more...

 

 

Pembangunan kelautan dan perikanan yang telah membawa hasil yang cukup menggembirakan . Perubahan tatanan global serta nasional yang berkembang dinamis menuntut percepatan pembangunan kelautan dan perikanan nasional secara nyata untuk mampu menyesuaikan dan memenuhi tantangan lingkungan strategis yang bergerak cepat tersebut.

Munculnya paradigma untuk menjadikan pembangunan berbasis sumberdaya kelautan dan perikanan sebagai motor penggerak pambangunan nasional, tercermin dalam keputusan politik nasional, sebagaimana terimplementasi dalam undang-undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional yang salah satu misinya: Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

Mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional dan pembangunan kelautan dan perikanan sejak tahun 2010, diperlukan langkah-langkah terobosan yang bukan merupakan upaya terpisah dari kebijakan lain atau kebijakan sebelumnya, tetapi merupakan upaya terintegrasi yang saling memperkuat dalam rangka percepatan pembangunan kelautan dan perikanan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kelautan dan perikanan. Untuk itu KKP mengembangkan Industrialisasi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan untuk meningkatkan kontribusi, para pelaku usaha perikanan mulai dari nelayan, pembudidaya ikan, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing, sekaligus membangun sistem produksi yang modern dan terintegrasi dari hulu sampai ke hilir. Dengan demikian, indusrialisasi perikanan diharapkan mampu mengokohkan struktur usaha perikanan nasional, yang membawa multiplier effect sebagai prime mover perekonomian nasional.

 

Last Updated (Monday, 20 January 2014 10:59)

Read more...

 
Who's Online
We have 3 guests online