Home

 

 

         Sejak Tahun 2010, BBAP Situbondo telah berhasil melakukan perekayasaan persilangan (hybridisasi) antara kerapu macan dengan kerapu kertang (CANTANG). Dampak dari keberhasilan ini adalah banyaknya masyarakat atau produsen benih ikan melakukan produksi benih kerapu hasil hybridisasi ini karena permintaan benih baik didalam negeri bahkan sampai mancanegara untuk kegiatan usaha budidaya di KJA dari  hari ke hari sangat tinggi.

         Dan  tahun 2011,  BBAP Situbondo sudah berhasil juga memproduksi benih hibrida kerapu kustang secara massal dengan tingkat kelangsungan hidup benih (SR) mencapai 15 – 20%,

Adapun beberapa Keunggulan ikan kerapu hibrida kustang:

1. Kecepatan tumbuh

Seperti halnya kerapu cantang, kerapu kustang ini mempunyai kecepatan tumbuh yang sangat luar biasa, jika dibandingkan dengan kerapu tikus, kecepatan tumbuhnya bisa 4 kali lipat. Bayangkan saja dari 10 cm, dipelihara selama 15 bulan bisa mencapai berat rata-rata 2 kg, padahal untuk kerapu tikus dengan waktu pemeliharaan yang sama baru bisa mencapai berat rata 400 – 500 gram.

2. Performance

Benih kerapu kustang mempunyai bentuk secara morfologis mewakili kedua tetuanya yaitu kerapu tikus dan kerapu kertang, namun yang lebih dominan seperti warna, corak dan batiknya  seperti kerapu tikus, namun jumlah totolnya sedikit dan sangat jarang. Sedangkan postur tubuhnya  seperti  kerapu kertang,   lebih panjang, dan tebal.

3. Daya tahan terhadap penyakit

Pada kegiatan produksi benih sampai pembesaran , kerapu kustang mempunyai daya tahan relatif lebih tinggi dari  kerapu tikus, sejak kurun waktu 2011 – 2012 baru sekali ditemukan kasus serangan VNN pada stadia juvenil ( 2 – 3 cm), pada saat yang bersamaan juga terjadi wabah VNN pada kerapu tikus.

4. Struktur daging  dan rasa

Struktur daging relatif sama dengan kerapu tikus, tetapi agak kenyal seperti kerapu kertang,  dan rasanya juga tidak jauh berbeda dengan kerapu tikus.

Besar harapan kami kedepan spesies kerapu hibrida kustang ini mempunyai prospek yang sangat menjanjikan .

                                                       Gambar Benih kerapu kustang ukuran 5-6cm’

 

                                        Gambar kerapu Kustang  berat 2 kg (umur 15 bulan dari 10 cm)

Untuk Informasi dapat menghubungi Bapak A.B Muslim. SP. M.Si,

dengan Nomor Telepon 08123486024

Last Updated (Wednesday, 10 October 2012 13:59)

 

 

 

             Salah satu prestasi besar BBAP Situbondo yang secara nyata adalah dengan berhasilnya Mantan Kepala BBAP Situbondo yaitu Bapak DR. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si. menjabat Direktur Perbenihan dan dalam waktu yang tidak terlalu lama (kurang dari 1 tahun) mampu menduduki jabatan tertinggi Eselon I  pada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yaitu sebagai Direktur Jenderal Perikanan Budidaya demikianlah pernyataan dari Kepala Biro Kepegawaian Sekjen KKP Bpk. Suprana Yusuf mengawali arahannya dalam rangka kunjungan di BBAP Situbondo.

 

                                                                                     Gbr.1,2,3,4 dan 5 Kunjungan ke Bak induk Kerapu cantang, tikus dan pembenihan kerapu.

 

Last Updated (Monday, 01 October 2012 12:18)

Read more...

 

        Halal bil halal sudah menjadi tradisi di Indonesia, meskipun kita tidak tahu telah dimulai sejak kapan tradisi tersebut dan siapa yang memulainya, karena memang di Negara asal islam  (Tanah Arab) tidak dikenal tradisi semacam ini, halal bil halal adalah saling menghalalkan atas segala kesalahan yang pernah terjadi antar manusia, yang berarti pula saling memaafkan dan saling mengikhlaskan.

        Begitu pula dengan BBAP Situbondo, telah secara rutin melaksanakan kegiatan semacam ini, karena jumlah karyawan yang semakin banyak, maka sudah tidak memungkinkan lagi dilaksanakan anjang sana dari rumah ke rumah, untuk itulah dipilih acara halal bil halal yang dipusatkan di kantor utama BBAP Situbondo Pecaron. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh karyawan karyawati, anggota Dharma Wanita Persatuan BBAP Situbondo serta peserta magang/PKL/Penelitian.

      Dalam sambutannya, Kepala BBAP Situbondo Bpk. Ir. Dwi Soeharmanto, MM mengatakan bahwa acara kali ini terasa sangat istimewa karena baru kali ini dihadiri oleh tamu asing yaitu DR. Kathy Tang dari Arizona University yang sedang melakukan kunjungan ke Lab. Kesehatan Ikan dan Lingkungan dalam program Borlaug yang didanai oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat dan menghadirkan penceramah yang notabennya adalah karyawan BBAP Situbondo sendiri yaitu Bpk. Sugeng Asmoro,S.Pi. dari Instalasi Tambak Budidaya Rumput Laut Gracilaria di  Pasuruan yang ternyata tidak kalah dari Da’i kota santri yang biasa memberikan ceramah agama di berbagai Institusi.

     Dalam ceramahnya, Bpk. Sugeng Asmoro mengatakan bahwa ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari saling memaafkan antara lain membuat hati menjadi tenang dan sabar, membersihkan jiwa dari segala prasangka buruk serta dengan bersilaturahim dapat memperpanjang usia. Masih menurut beliau, hendaknya kita harus selalu menjaga hawa nafsu, karena kalau nafsu yang mendominasi hati maka yang muncul adalah  penyakit hati  diantaranya  iri, dengki, dendam dan sombong.

     Pesan yang dapat diambil dari ceramah agama kali ini adalah mulai hari ini hendaknya kita memulai hidup baru dengan memperkuat tali silaturahim, saling memaafkan dan saling berbagi dalam kebaikan, karena sesungguhnya itulah jalan takwa yang harus kita budayakan dan lestarikan sepanjang hidup kita, sesuai dengan firman Allah SWT “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-Nahl [16]: 128)

      Acara di tutup dengan doa bersama, semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan, dijadikan manusia yang lebih baik dan menjadi hamba Allah SWT yang selalu bersyukur, karena dengan selalu mensyukuri sekecil apapun nikmat yang telah diberikan-NYA maka InsyaAllah Allah akan menambah nikmat tersebut.

Last Updated (Tuesday, 02 October 2012 09:17)

 

 

 

        Untuk memberikan lebih banyak pengalaman bagi peserta pembelajaran yang sedang melaksanakan kegiatan magang di BBAP Situbondo khususnya yang berprofesi sebagai teknisi maupun Guru maka peserta tidak hanya diberikan kesempatan untuk belajar di dalam lingkungan Balai sendiri, melainkan juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi berbagai unit usaha swasta yang berada disekitar lingkungan BBAP Situbondo.

Peserta yang mengikuti kegiatan fieldtrip kali ini berasal dari tiga  institusi yang berbeda antara lain :

  1. UPTD Balai Budidaya Laut (BBL) Tual Maluku yang berjumlah 3 (tiga) orang, dua diantaranya adalah teknisi yang menangani pembenihan ikan serta seorang lagi       adalah Kepala BBL Tual sendiri;
  2. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nias Barat berjumlah 5 orang, salah seorang diantaranya adalah Staf teknisi yang juga merupakan pendamping dari           peserta lain yang merupakan nelayan di Kabupaten Nias. Para nelayan ini melaksanakan kegiatan magang di BBAP Situbondo selama 2 bulan yang fokus                   kegiatannya adalah magang di unit karamba Jaring Apung (KJA) karena keempatnya merupakan calon pengelola Demplot KJA di DKP Kabupaten Nias;
  3. 2 orang guru dari SMKN 3 Berau Kalimantan Timur, selain melaksanakan magang di   Lab. Pakan Alami, Lab. Nutrisi dan Lab Kesling, mereka juga sebagai               pendamping siswa/siswi SMKN 3 Berau yang sedang melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di BBAP Situbondo.

        Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 4 – 5 September 2012, kegiatan dimulai pada pukul 09.00 – 14.00 WIB. Unit-unit yang dikunjungi antara lain : Instalasi Pembenihan Ikan milik BBAP Situbondo di Desa Blitok, Hatchery skala rumah tangga yang berada di Desa Nyamplong - Pasir Putih,  unit KJA di Desa Gundil, Instalasi Pembenihan Udang Gelung serta tambak pendederan ikan  kerapu yang berada di Kalbut Situbondo.

Selain melihat konstruksi dari bak maupun tambak, peserta juga menanyakan berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh unit usaha, bagaimana manajemen yang diterapkan dalam pemeliharaan ikan kerapu sehingga didapatkan hasil benih ikan yang sehat dan berlimpah, bagaimana manajemen pemberian pakan serta pemasarannya.

Semoga kegiatan ini memberikan banyak manfaat, sehingga setelah kembali ke instansinya masing-masing, peserta sudah mengerti dan memahami tentang pembenihan dan budidaya ikan serta dapat menerapkannya yang pada akhirnya dapat turut serta meningkatkan target produksi Perikanan Budidaya di daerahnya masing-masing.(Q)

Last Updated (Tuesday, 02 October 2012 10:24)

 

1.Latar Belakang

        Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2012 mematok target produksi perikanan budidaya sebesar 9,4 juta ton. Target itu mengalami kenaikan 38 persen dari total capaian produksi ikan tahun 2011 sebesar 6,8 juta ton. Pencapaian target produksi  tahun 2012 masih diarahkan pada 10 komoditas unggulan budidaya antara lain rumput laut, udang, kakap, kerapu, bandeng, mas, nila, patin, lele dan gurame. “Tahun 2012 rumput laut masih menjadi andalan untuk memenuhi target produksi perikanan budidaya. Seperti sudah diketahui bahwa rumput laut menyumbang sekitar 60 persen data produksi nasional,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Jumat (20 Januari 2012).

        Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai,  pemanfaatan lahan budidaya perikanan di Indonesia masih relatif kecil, sehingga perlu dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas impor. "Potensi perikanan budi daya di Indonesia saat ini dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan ketahanan pangan di Indonesia mengingat pemanfaatan lahan budi daya masih relatif kecil," kata Menteri Kelautan dan Perikanan. Beliau memaparkan, pemanfaatan lahan budi daya air tawar saat ini baru mencapai sekitar 10%, untuk lahan budi daya air payau sekitar 40%, dan bahkan lahan budi daya laut yang dimanfaatkan baru 0,01%. SEAplant (Southeast Asia Seaplant Network) menyebutkan bahwa perairan Indonesia hampir menguasai 65 % potensi perairan coral tri angel (istilah geografis yang digunakan World Wildlife Fund sebagai salah satu dari prioritas utama konservasi kehidupan maritim untuk perairan di Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste yang kaya akan terumbu karang yang meliputi wilayah lebih dari 6.500.000 km²) yang potensial untuk tumbuh kembangnya berbagai jenis rumput laut khususnya jenis E. cottonii/Kappaphycus alvarezii, jauh mengungguli potensi negara-negara lainnya yaitu berturut-turut Philipina sebesar 15%, Kepulauan Solomon 7%, Malaysia 5%, Papua Nugini 5% dan Timor Leste sebesar 1%.

         Dalam pemanfaatan lahan tersebut diperlukan kerja sama yang baik antara KKP dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mengoptimalkan pengelolaan sumer daya tersebut "Hal itu agar sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi roda penggerak perekonomian nasional," katanya. Salah satu komoditas unggulan tersebut adalah rumput laut. Komoditas inimempunyai prospek pasar yang baik di dalam perdagangan nasional maupun internasional, karena permintaan pasar untuk kododitas ini cukup besar, baik pasar dalam negeri maupun untuk komoditas ekspor.

        Dalam mencapai sasaran tersebut pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menentukan kebijakan jangka pendek dan jangka panjang dalam rangka mensukseskan pengembangan budidaya rumput laut.  Adapun program jangka pendek tersebut antara lain adalah pembuatan budidaya diberbagai lokasi di perairan Indonesia dan pembinaan kelompok pembudidaya budidaya rumput laut.

      Dalam rangka mendukung kebijakan jangka pendek tersebut, maka Balai Budidaya Air Payau Situbondo melakukan pengembangan budidaya rumput laut dengan pendekatan pembuatan budidaya yang dikelola kelompok binaan. Dalam rangka mendukung pengembangan kawasan budidaya rumput laut tersebut, Balai Budidaya Air Payau Situbondo pada TA 2012 melakukan kegiatan Desiminasi Rumput Laut Euchema cottoni) di Pantai utara Jawa (Pantura)

Last Updated (Monday, 30 July 2012 11:05)

Read more...

 
Who's Online
We have 13 guests online