Home

I. Pendahuluan

          Saat ini ikan kerapu merupakan ikan budidaya yang sedang dikembangkan dan digalakkan sebagai komoditas budidaya laut unggulan untuk diekspor dengan nilai jual yang cukup tinggi. Dalam rangka mendukung pengembangan budidaya kerapu, diperlukan suatu upaya untuk mengatasi permasalahan umum dalam budidaya ikan kerapu tikus yaitu pertumbuhan yang lambat. Hibridisasi merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan metode hibridisasi ini dapat dihasilkan benih yang unggul pada sifat-sifat genetik dan morfologis. Ikan kerapu kustang merupakan hasil hibridisasi antara kerapu tikus betina dan ikan kerapu kertang jantan. Hasil hibridisasi telah menghasilkan satu varietas yang tingkat pertumbuhannya lebih baik daripada ikan kerapu tikus

II. Sarana Produksi

         Dari Rangkaian kegiatan produksi benih ikan laut ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai yang menunjang kelancaran proses produksi. Suatu unit pembenihan kerapu membutuhkan sarana utama yang meliputi bak induk guna pematangan gonad, bak perkawinan, bak inkubasi telur, bak pemeliharaan larva dan bak produksi pakan alami. Selain Sarana utama diperlukan juga sarana pendukung lainnya seperti pengadaan air (pompa), sistem aerasi, sistem filtrasi dan peralatan kerja lainnya yang sangat menunjang kelancaran proses produksi.

Last Updated (Tuesday, 09 April 2013 10:03)

Read more...

 

 

         Pada Tanggal 14 Februari 2013, diadakan presentasi hasil magang & PKL siswa/mahasiswa di BPBAP Situbondo. tujuan dari diadakannya presentasi ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh, para peserta magang/PKL menyerap ilmu yang diterima, baik teori dan praktek, selama mereka melakukan proses pembelajaran di BPBAP Situbondo, disamping itu juga untuk meningkatkan kualitas para siswa/mahasiswa yang telah melakukan proses pembelajaran tersebut.

          Presentasi tersebut adalah yang pertama kali dilakukan di BPBAP Situbondo, dan diikuti oleh seluruh peserta magang/PKL dinataranya adalah Universitas Gajahmada, Universits Airlangga, IPB,ITS,  Aperik Ibrahimy, Akademi Perikanan Sorong, SUPM Negeri Ambon, SUPM Negeri Pariaman, SUPM Negeri Ladong Aceh, SMKN Prajekan Bondowoso, SMKN Suboh, SMKN Sukorambi Jember, SMKN Glagah Banyuwangi, dan SMK Arsy Baruna Situbondo.

         Presentasi ini dibuka oleh Bapak Kepala Balai Produksi Budidaya Air Payau Situbondo, Bapak Ir. Dwi Soeharmanto, MM, dan juga dihadiri oleh para pembimbing dari masing-masing siswa/mahasiswa, serta dewan juri, yang memberikan penilaian dan masukan bagi para penyaji,dewan juri terdiri dari Bapak Ahmad Bohari Muslim, S.P., M.Si., ibu Gemi Triastutik, S.Pi, dan Bapak Drs. Susetyo Pramujo.

         Presentasi berlangsung secara interaktif, terutama pada sesi tanya jawab, para penyaji dan peserta yang hadir saling memberikan pertanyaan dan jawaban secara aktif, disamping itu para pembimbing juga secara aktif memberikan masukan dan saran bagi para siswa/mahasiswa. 

         Presentasi yang dimulai sejak pukul 09.00 wib, berakhir pada pukul 16.00 wib, dan memunculkan para presenter terbaik yang merebut juara 1,2 dan 3, dimana untuk juara 1 diperoleh oleh SMKN Sukorambi Jember, Juara 2 Universitas Airlangga, dan Juara 3 SUPM Negeri Ladong. Akhirnya presentasi ditutup oleh Bapak Kepala BPBAP Situbondo.

Last Updated (Wednesday, 18 December 2013 07:38)

 

Bioteknologi hingga saat ini semakin berkembang dengan pesatnya, terutama di negara-negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai teknologi seperti rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan.

Di bidang perikanan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan spesies ikan dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat lebih jika dibandingkan induknya serta akan lebih lama resisten terhadap penyakit dan lingkungan.

Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknolgi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organsme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut.

 

Last Updated (Wednesday, 10 April 2013 14:29)

Read more...

 

           Balai Budidaya Air Payau Situbondo bekerja sama dengan Feed cj Indonesia, PT. Biotek Saranatama mengadakan kegiatan pelayanan Laboratorium keliling di wilayah Kabupaten Jembrana, Bali. Kegiatan yang dihadiri oleh pelaku tambak udang di sekitar Kabupaten Jembrana ini dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2012 di Hotel Bali Kuwi, Negara, Bali.

          Dengan mengangkat tema “Pelayanan Terpadu Laboratorium Keliling dan Sosialisasi Ancaman Penyakit Baru” kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan penyakit terbaru yang menyerang udang vanamei serta bagaimana memecahkan permasalahan penyakit tersebut sehingga dapat meminimalkan terjadinya kegagalan dalam kegiatan budidaya udang.

           Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan pelayanan gratis terhadap berbagai uji sampel yang meliputi : analisa virus (TSV, WSSV, IMNV, IHNV), uji kualitas air, uji bakteri serta identifikasi plankon. Selain memberikan pelayanan uji gratis, juga dilakukan penyampaian materi yang menunjang tema dari kegiatan tersebut, antara lain :

  1. Waspadai Penyakit Terbaru pada Udang                   Vaname yang disampaikan oleh Bambang               Hanggono,             S.Pi, M.Sc. selaku Koorditor           Pelaksana Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan
  2. Peranan Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan BBAP Situbondo dalam Mendukung                   Industrialisasi Perikanan, yang disampaikan oleh Ir. Yani Lestari Nuraini, MP. Beliau adalah                     Koordinator Umum Laboratorium BBAP Situbondo

         selain penyampaian materi juga diadakan Diskusi para petambak udang yang dipandu langsung oleh Bapak. Irawan selaku Ketua SCI (Shrimp Club Indonesia) untuk wilayah regional Bali, acara juga dimeriahkan dengan adanya promosi produk-produk dari PT. Biotek Saranatama.

         Dalam materi yang disampaikan olah Bpk. Bambang Hanggono, bahwa penyakit baru yang menyerang udang vaname adalah EMS (arly mortality syndrome), penyakit ini sebelumnya ditemukan pada budidaya udang di China, Vietnam, Thailand  dan Malaysia di sepanjang tahun 2011. Sebagai negara yang berdekatan dengan negara-negara yang telah terkena wabah EMS maka Indonesia juga sudah harus waspada terhadap serangan penyakit ini,

        Masih menurut beliau, bahwa EMS ini jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan Myo dan WSS (White spot syndrome), karena EMS menyerang udang yang masih berumur awal, bahkan telah ditemukan EMS menyerang udang  yang berumur 20 – 30 hari dan pada umur 40 hari terjadi kematian total.

Last Updated (Wednesday, 18 December 2013 07:41)

Read more...

 

 

 

          Sebanyak 14 orang staf teknis dari Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Kota Bontang Kalimantan Timur telah mengadakan kunjungan lapang di Balai Budidaya Air Payau Situbondo pada tanggal 21 – 22 November 2012. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan para karyawan BBIP Kota Bontang tersebut dalam bidang pembenihan ikan air payau.

         Agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana proses kelola instalasi pembenihan dimulai dari pengelolaan/treatment air di tandon serta instalasinya, budidaya pakan alami (fitoplankton dan zooplankton) baik skala laboratorium maupun skala massal, manajemen pengelolaan induk kerapu, manajemen pembenihan ikan kerapu. Namun di luar tujuan utamanya tersebut para peserta juga mendapatkan materi kelas tentang pengelolaan induk ikan kerapu, penebaran telur sampai dengan manajemen penanganan larva.

       Kedatangan peserta disambut oleh Kasi Pelayanan Teknik BBAP Situbondo Bpk. AB. Muslim, S.P, M.Si. Selanjutnya peserta diajak untuk mengunjungi berbagai unit produksi dan laboratorium BBAP Situbondo untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana yang ada. Dalam

kesempatan tersebut disampaikan bahwa BBAP Situbondo membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa saja yang ingin menimba ilmu atau share teknologi budidaya. Bak gayung bersambut, Kepala BBIP Kota Bontang menyatakan keinginannya untuk mengirimkan beberapa stafnya melakukan kegiatan magang di masa mendatang.

      Keinginan Magang dari BBIP Kota Bontang sejalan dengan rencana instansi tersebut mengembangkan produksi benih ikan kerapu, selama ini produksi benih kerapu memang telah dilakukan. namun selalu mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut bisa diakibatkan oleh kurangnya keterampilan tentang teknik pembenihan ikan maupun karena non teknis misalnya karena kondisi perairan yang keruh dan kurangnya  aliran listrik akibat powerplant yang kurang memadai. (Q)

Last Updated (Tuesday, 27 November 2012 09:54)

 
Who's Online
We have 11 guests online