Produksi Benih dan Induk

Salah satu dari enam strategi peningkatan produksi perikanan budidaya adalah pengembangan komoditas unggulan ditetapkan untuk lebih memfokuskan pencapaian produksi perikanan budidaya. Komoditas unggulan yang dimaksud memiliki beberapa kriteria yaitu bernilai ekonomis tinggi, teknologi budidaya yang dapat diterapkan dan telah tersedia, permintaan pasar yang tinggi baik lokal maupun luar negeri, serta dapat dibudidayakan dan dikembangkan secara massal.

Ada sepuluh komoditas budidaya unggulan yang dikembangkan adalah udang, rumput laut, nila, lele, patin, gurame, kerapu, kakap, bandeng, serta (10) ikan lainnya.  Disamping sepuluh komoditas unggulan tersebut, pengembangan komoditas lainnya yang potensial dan spesifik daerah tetap dikembangkan baik dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa negara, pemenuhan konsumsi di dalam negeri, peningkatan pendapatan masyarakat, maupun untuk pelestarian jenis-jenis ikan lokal yang cenderung akan mengalami kepunahan.

Dari komoditas tersebut, BPBAP Situbondo telah memproduksi induk udang vaname dan beberapa benih ikan air payau dan laut meliputi bandeng, udang vaname, kakap putih, kerapu. Selain itu, pada saat ini BPBAP Situbondo sedang mengembangkan teknologi kultur jaringan rumput laut untuk menghasilkan bibit unggul guna disebarkan kepada masyarakat pembudidaya.