Program Prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Temu Lapang Revitalisasi KJA 2018 di Kab. Situbondo

6 November 2018 Budidaya 0 Comments

Amanah pembukaan UUD 1945 bahwa mewajibkan negara memajukan kesejahteraan umum rakyat Indonesia. Oleh sebab itu maka Kementerian Kelautan & Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo melakukan perannya dengan kegiatan Revitalisasi KJA 2018. Kegiatan ini didasari dengan Peraturan Dirjenkan Budidaya No 42/PER-DJPB/2017 untuk mengatur petunjuk teknisnya. Kegiatan ini searah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) III yaitu implementasi kebijakan pembangunan perikanan budidaya yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk mensejahterakan masyarakat pembudidaya ikan.

Program Revitalisasi KJA 2018 ini merupakan salah satu kegiatan prioritas andalan Kementerian Kelautan & Perikanan serta program kreatif inovatif yang sekaligus merupakan problem solving bagi para pembudidaya yang usahanya mengalami hambatan. Tujuannya adalah mengoperasionalkan lagi kembali KJA yang idle dan menggiatkan usaha budidaya ikan laut di KJA. 70% KJA yang direvitalisasi bisa beroperasi lagi adalah indikator keberhasilan kegiatan ini dengan menggelontorkan 250 paket bantuan (1000 lubang KJA).

Kabupaten Situbondo adalah salah satu dari daerah yang mendapat bantuan dalam kegiatan revitalisasi. Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo termasuk UPT yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan. Salah satu langkahnya adalah pelaksanaan kegiatan “Temu Lapang Program Prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Revitalisasi KJA 2018” pada tanggal 22 Oktober 2018 di Desa Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Kegiatan Temu Lapang ini dilaksanakan oleh Tim Revitaliasasi KJA BPBAP Situbondo bekerjasama dengan Dinas Kelautan & Perikanan Situbondo dengan mendatangkan seluruh Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) calon Penerima Bantuan. Acara diawali dengan Sambutan Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Kab Situbondo yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Kelautan & Perikanan Kab Situbondo, Ir. Muh Abdurrahman, M. Si. Dalam kesempatan ini Beliau menyampaikan apresiasi di tengah situasi pembudidayaan yang “agak sepi” dalam pasar ikan konsumsi, kegiatan ini meniupkan angin segar bagi para pembudidaya. Tidak dipungkiri belanja benih kerapu dan pakannya merupakan faktor biaya terbesar untuk pemeliharaan ikan di KJA yang memakan waktu cukup lama. Diharapkan tiap tahun kab. Situbondo bisa berkesempatan mendapatkan bantuan seperti ini. Penyampaian tersebut disambut hangat oleh Kepala BPBAP Situbondo, Ir. Ujang Komarudin, AK, M. Sc, yang berjanji akan mengupayakan bantuan tiap tahunnya. “Program ini adalah aksi nyata dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam upayanya mewujudkan kesejahteraan, kesinambungan, dan kedaulatan para pembudidaya ikan,” terang Beliau. “Tentu saja dibutuhkan kerjasama yang solid antara BPBAPS, Dinas KP Kab. Situbondo, para penyuluh, dan tentu saja seluruh anggota Pokdakan Penerima Bantuan untuk mensukseskan program ini,” imbuhnya. Acara selanjutnya adalah penyerahan bantuan secara simbolis.  Hal ini merupakan bagian dari target yang direncanakan oleh BPBAP situbondo tahun 2018 yaitu menyalurkan bantuan dalam rangka revitalisasi KJA sebanyak 13.800 ekor benih kerapu, 8000 ekor benih kakap, 16.340 kg pakan, 66 bag vitamin untuk Pokdakan di 3 (tiga) kabupaten yaitu Bangkalan, Situbondo, dan Buleleng.

Pada kesempatan tersebut dipilih secara aklamasi Ketua PPIK (Paguyuban Pembudidaya Ikan Karamba) Kab. Situbondo yaitu Haryanto Setyawan. Di hadapan para anggota Pokdakan yang hadir (Pokdakan Mutiara Indah, Kanjeng Doso, dan Kerapu Samudera) Ketua PPIK yang baru dikukuhkan dengan disaksikan oleh Kepala BPBAPS dan Sekdin KP Kab Situbondo. PPIK sendiri diharapkan akan berperan nyata dan menjadi “mitra kerjasama” dengan BPBAPS dalam menyukseskan Program Revitalisasi KJA 2018 yang akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat pembudidaya ikan (Tim Utama, 2018).