Unit Pembenihan Bandeng BPBAP Situbondo Siap Memasok Kebutuhan Nener Petambak

26 Mei 2017 Budidaya 0 Comments

Komoditas ikan bandeng saat ini belum menarik untuk  dibudidayakan secara intensif karena secara hitungan analisa ekonominya belum  memberikan tingkat keuntungan yang tinggi bila dibandingkan dengan budidaya udang vaname. Harga pasaran pada tingkat konsumen sekitar  Rp.26.000,-/kg masih belum menjadi daya tarik tersendiri karena masih berada  di bawah harga komoditas ikan laut lainnya seperti ikan kerapu, kakap merah, kakap putih, bawal bintang dan sejenisnya. Sedangkan pada tingkat petambak harga per kg berkisar antara Rp.15.000,- sampai Rp.20.000,-dengan fluktuasi tergantung musim panen bandeng.

Ikan bandeng termasuk ikan yang banyak disukai oleh masyarakat, khususnya pada wilayah pantai. Dengan teknik pengolahan dan pengawetan yang semakin modern dan bervariasi menyebabkan konsumen bandeng  mengalami penyebaran distribusi semakin luas, tidak hanya pada daerah pesisir pantai dimana ikan bandeng biasa di budidayakan pada kawasan tambak dekat laut. Bermacam variasi olahan bandeng meliputi bandeng bakar, bandeng asap, bandeng presto dan satu teknologi yang mampu memproduksi bandeng tanpa duri (Bandeng tandur) merupakan satu terobosan yang mampu memecahkan masalah ketidaksukaan masyarakat pada komoditas ini akibat tersebarnya duri halus pada daging bandeng yang hampir tersebar merata sehingga menyulitkan pada saat kita mengkonsumsinya. Dengan adanya bandeng tandurmaka variasi olahan bandeng dapat diperbanyak sebagaimana pada jenis ikan selain bandeng.

Budidaya bandeng di tambak telah dilakukan bersamaan dengan dikenalnya kegiatan budidaya ikan oleh manusia, dan di Indonesia telah dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit. Budidaya bandeng juga tumbuh dan berkembang dengan pesat sejalan dengan keberhasilan pembenihan bandeng pada hathery/panti pembenihan sehingga ketersediaan nener sebagai istilah untuk benih ikan bandeng melimpah dibanding sebelumnya karena tergantung dari nener alam hasil penangkapan di laut. Kegiatan pembenihan bandeng diawali dengan pemeliharaan induk bandeng pada bak terkontrol dengan tingkat pergantian air minimal 200 % per hari dengan penggunaan sirkulasi air selama 24 jam. Pemijahan induk bendeng untuk menghasilkan telur dilakukan secara alami terjadi pada malah hari.

Penetasan dan pemeliharaan larva bandeng dilakukan pada panti pembenihan selama 17 hari dan diperoleh nener bandeng ukuran panjang sekitar 1,79 cm  siap untuk didederkan baik di tambak maupun pada bak terkontrol. Ciri- ciri nener bandeng yang baik adalah mempunyai gerakan yang lincah, bentuk tubuh normal, warna transparan, panjang dan berat ideal, tidak  terdapat luka. Pada saat ini produksi benih bandeng  tidak mengalami kendala, bahkan sudah dilakukan ekspor  ke berbagai negara.

Tingkat kelulushidupan (survival rate) benih bandeng baik pada hatchery skala lengkap dan skala rumah tangga rata-rata sudah di atas 60 %, dan secara kualitas maupun kuantitas   sudah terpenuhi sehingga telah terbentuk harga kasetimbangan baik pada tingkat produsen maupun konsumen. Produksi benih bandeng dapat dilaksanakan baik pada lingkungan indoor ataupun outdoor dengan tidak memberikan perbedaan yang nyata baik dari sisi produtifitas maupun kualitas nener yang dihasilkan.

Benih bandeng ukuran  gelondongan lebih disukai petambak dan berukuran panjang diatas 2 cm, telah memiliki bentuk, karakteristik dan morfologi spesies dewasa. Juvenil ikan bandeng biasanya disebut benih dengan ukuran <10 cm dengan memiliki sirip caudal bercabang, fin-ray lengkap dan warna silver. Benih bandeng ukuran tersebut relatif lebih tahan ditebar pada petakan tambak dibandingkan ukuran nener. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa benih bendeng ukuran gelondongan yang di tebar di tambak memberikan tngkat keberhasilan lebih tinggi dan memperpendek masa pemeliharaan sampai diperoleh ukuran konsumsi.

Pembenihan bandeng di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo dikatagorikan sebagai hathery skala lengkap karana dilengkapi dengan fasilitas pemeliharaan induk, pakan alami dan dukungan laboratorium. Fasilitas pemeliharaan induk terdapat tiga unit berupa bak bulat dengan diameter 15 m dan kedalaman 2,5 m sehingga berkapasitas sekitar 450 m3.  Bak pemeliharaan induk dilengkapi dengan jaring penutup untuk mencegah induk bandeng loncat keluar karena bandeng bersifat aktif, mudah terkejut dan gampang mengalami stress terutama akibat terpaan cahaya pada malam hari.

Induk bandeng ukurannya bervariasi antara 3,5 kg – 12 kg /ekor tergantung umur dari ikan bandeng. Pematangan gonad bandeng melalui implantasi hormon dan manipulasi lingkungan biasanya dilakukan pada saat induk bandeng berukuran di bawah 5 kg dan bandeng biasanya baru mulai bertelur dan memijah untuk pertama kalinya. Untuk pemijahan selanjutnya dapat dilakukan secara alami melalui perbaikan nutrisi pakan induk dan manipulasi lingkungan.

Teknik produksi nener bandeng tidak terlalu sulit, dan hanya dibutuhkan pakan alami saja sampai dicapai ukuran nener. Pakan alami larva bandeng berupa fitoplankton dari jenis Chlorella sp dan zooplankton yaitu Brachionus plicatilis. Pakan buatan berupa tepung beras ataupun tepung kelekap biasanya diberikan setelah nener bandeng siap untuk di dederkan. Keberhasilan kultur pakan alami skala massal sangat menentukan kualitas, kuantitas dan kontinyuitas ketersediaan pakan untuk larva bandeng. Keberadaan laboratorium pakan alami BPBAP Situbondo  sangat diperlukan sebagai bank pitoplankton maupun zooplankton skala laboratorium maupun intermediet sehingga kualitasnya dapat dipertahankan.

Gambar 1. Kultur massal Chorella sp. untuk pembenihan bandeng

Unit Produksi BPBAP Situbondo tersebar pada empat instalasi siap untuk memproduksi benih bandeng baik untuk keperluan internal maupun masyarakat. Di Kabupaten Situbondo terdapat 3 unit pembenihan yaitu pada instalasi Pecaron, Blitok dan Instalasi Gelung. Sedang satu unit pembenihan lagi berada pada Instalasi Tuban yaitu di Desa Tasikharjo  Kecamatan Jenu  Kabupaten Tuban. Pada masing-masing instalasi telah dilengkapi dengan bak pemeliharaan larva dan kultur pakan alami serta didukung oleh personil yang kompeten di bidang pembenihan bandeng, dan sekaligus siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat baik berupa konsultasi, bimbingan teknis maupun maupun pendampingan secara langsung kepada stake holder.

Gambar 2.  Panen bandeng umur 21 hari dan siap didistribusikan.