Pabrik Pakan Mandiri BPBAP Situbondo Siap Memasok Kebutuhan Pakan Murah Pembudidaya Ikan dan Udang

27 April 2017 Budidaya 0 Comments

Target produksi hasil perikanan dari kegiatan budidaya perikanan pada tahun 2016 adalah sebesar 19,4 juta ton, dan pada tahun 2017 lebih meningkat lagi sesuai dengan rencana peningkatan sebesar 22,46 juta ton. Salah satu institusi sebagai penanggung jawab pencapaian target tersebut adalah Direktorat jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di samping itu kerja sama dan saling mendukung bersama Dinas Kelautan dan Perikanan baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sangat diharapkan untuk tujuan mulia tersebut.  Salah satu aspek produksi penting sebagai penopang kegiatan budidaya perikanan adalah ketersediaan pakan yang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Komponen pakan merupakan bagian terbesar dari kalkulasi kebutuhan biaya produksi terutama biaya variabel yang dibutuhkan untuk produksi budidaya perikanan. Persentase biaya pakan diprediksi sekitar 50 – 60 % dari biaya variabel secara keseluruhan. Fluktuasi harga pakan ikan/udang yang terjadi di lapangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan budidaya. Hal ini disebabkan karena harga ikan konsumsi di pasar tidak dapat ditentukan oleh produsen saja, akan tetapi merupakan integrasi dari banyak faktor seperti stok ikan yang ada di produsen, daya beli konsumen, stok ikan dari hasil penangkapan, permintaan dari luar negeri (ekspor) dan regulasi pemerintah yang tentunya harus mengakomodir kepentingan nasional dan semua kepentingan masyarakat dalam arti luas.

Ketersediaan pakan ikan dan udang pada saat ini menurut jenisnya dibedakan menjadi dua, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan buatan menjadi sangat esensial karena adanya keterbatasan pada penyediaan pakan alami. Produsen pakan buatan bervariasi tergantung kapasitas produksi yang dihasilkan, ada produksi tingkat petani/nelayan, kelompok petani, koperasi, pabrik pakan skala menengah dan pabrik pakan skala besar yang secara otomatis tergolong pada pakan komersial.

Pada prinsipnya pabrik pakan secara sederhana tersusun atas mesin penggiling, pengaduk dan pencetak. Sedangkan dari produk pakan yang dihasilkan dibedakan menjadi pakan terapung dan tenggelam. Dari kedua jenis pakan tersebut perbedaannya adalah pada proses pabrikasinya dimana pada pakan jenis terapung, setelah bahan pakan keluar dari pengaduk, bahan pakan akan masuk ke ekstruder

Pabrik pakan mandiri BPBAP Situbondo dibangun pada tahun 2015 berlokasi di Instalasi Tuban  terdiri atas ruang produksi, gudang bahan pakan, ruang kantor dan gudang pakan jadi. Peralatan dan mesin pabrik berupa rangkaian mesin pakan untuk produksi pakan tenggelam dan rangkaian untuk produksi pakan terapung dilengkapi pada tahun 2016 dan pada akhir tahun kegiatan produksi telah dimulai. Peresmian secara resmi oleh Dirjen Perikanan Budidaya Dr. Ir. Slamet Subyakto, M.Si. dilakukan  pada tanggal 6 Maret 2017 bersamaan dengan penyerahan secara simbolis bantuan  induk udang vaname, benih ikan dan udang serta pakan kepada Pokdakan di Kabupaten Tuban.

Pakan murah merupakan jenis pakan yang saat ini dibutuhkan dan diharapkan banyak beredar di lapangan, terutama untuk komoditas perikanan budidaya non ekspor. Komoditas perikanan budidaya tersebut sebagian besar terdiri dari beberapa jenis ikan air tawar dan dari air payau seperti ikan bandeng. Produksi dalam jumlah besar dari beberapa jenis ikan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pangan berprotein tinggi asal hewan  untuk konsumsi dalam negeri guna mendukung program peningkatan gizi masyarakat Indonesia.

Gambar 2. Kegiatan produksi pakan ikan

Kapasitas produksi mesin pakan yang ada pada saat ini adalah 200 kg/jam baik untuk pakan tenggelam maupun terapung. Dengan kapasitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal baik untuk keperluan pakan sendiri maupun kebutuhan pembudidaya pada wilayah kerja BPBAP Situbondo. Produksi pakan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk program bantuan pakan ataupun kebutuhan komersial yang berpotensi bagi pemanfaatan fasilitas dan prasarana budidaya di masyarakat yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal guna mendukung kebijakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam hal peningkatan produksi perikanan khususnya dari perikanan budidaya.

Gambar 1. Rangkaian ekstruder untuk produksi pakan terapung

Jenis pakan yang diproduksi oleh instalasi Tuban  BPBAP Situbondo meliputi pakan tenggelam dan jenis terapung dengan berbagai variasi ukuran dan nilai nutrisi sesuai dengan kebutuhan. Formulasi pakan ikan yang dibuat menyesuaikan kebutuhan nutrisi ikan dengan bahan untuk campuran dasar meliputi : tepung ikan, bungkil kedelai, tepung jagung, tepung kepala udang, tepung tapioka, dedak, vitamin mix, minyak ikan, CMC dan BNT.  Produksi pakan murah berkualitas tetap diupayakan melalui kegiatan perekayasaan oleh pejabat fungsional perekayasa dan litkayasa BPBAP Situbondo sehingga ke depan dapat dijadikan sebagai solusi untuk menghemat biaya produksi, meningkatkan pertumbuhan dan Survival Rate (SR) sehingga ikut mendukung program peningkatan produksi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.