Home

          Tahun 2014 merupakan tahun keberuntungan bagi penyuluh pusat yang ditugaskan di  BPBAP SITUBONDO. Pasalnya, di tahun ini penyuluh pusat UPT BPBAP SITUBONDO bisa mengantarkan binaannya POKDAKAN HSRT MINA LAUT JAYA untuk tampil di ajang bergengsi tingkat nasional bidang pembudidayaan ikan kategori HATCHERY SKALA RUMAH TANGGA (HSRT). Dalam hal ini tentu prosesnya tidak semudah yang kita kira.
Karena POKDAKAN HSRT MINA LAUT JAYA harus melalui beberapa tahapan untuk bisa tampil d ajang Tingkat Nasional ini.
POKDAKAN MINA LAUT JAYA sudah mengikuti beberapa seleksi lomba d tingkat kabupaten Dan Provinsi. Setelah mengalahkan beberapa rivalnya di tingkat kabupaten dan Provinsi, POKDAKAN HSRT MINA LAUT JAYA Pada tahun ini di percaya penuh oleh provinsi Jawa Timur untuk membawa nama baik provinsi dalam ajang lomba tingkat nasional untuk mengalahkan rivalnya dari provinsi Jawa Tengah,  dan Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk memperebutkan juara 1.

         Perlombaan yg biasa diadakan setiap tahun ini melalui beberapa tahapan yang dilakukan yaitu mulai dari penilaian tertib administrasi, penilaian wawancara, serta penilaian dg peninjauan di lapangan. Penilaian untuk POKDAKAN HSRT MINA LAUT JAYA dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 21 oktober 2014. Bertempat di Sekretariat POKDAKAN HSRT MINA LAUT JAYA, desa Pasir Putih, Kec Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Tim penilai langsung dari pusat Direktorat Perbenihan,  Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,  Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 3 orang. Aspek-aspek yang di nilai antara lain aspek teknis,  aspek ekonomi dan aspek sosial.

        Dalam kegiatan penilaian ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota POKDAKAN HSRT MINA LAUT JAYA. Ada beberapa tamu undangan yang ikut hadir dalam kegiatan ini antara lain dari pihak pemerintahan desa, kecamatan hingga kabupaten yg di wakilkan oleh kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, dri NGO Belanda ICCO COOPERATION, Asosiasi Pembudidaya Ikan Karamba Jaring Apung (APIK) SITUBONDO, juga dari BPBAP SITUBONDO.

Last Updated (Wednesday, 22 October 2014 09:54)

 

Balai Budidaya Air Payau Situbondo

Jl. Raya Pecaron Po. Box. 5 Panarukan
Situbondo - Jawa Timur - 68351
Tlp / Fax. (0338) 673328 - 390043 - 390299
email    :     This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it  

website : www.bbapsitubondo.com

Last Updated (Wednesday, 22 October 2014 08:39)

 
Kepulauan Riau mempunyai julukan Provinsi Maritim Indonesia, dikarenakan memiliki luas laut 96% lebih besar daripada daratannya dengan jumlah pulau sebanyak 2.408 buah. Dengan julukan dan predikat tersebut tentunya menjadi kebanggan bagi seluruh lapisan masyarakat maupun pemerintahannya. Tantangan juga disadari oleh pemerintah yang berkaitan dengan pembangunan di seluruh wilayah yang harus berjalan secara merata dan berkelanjutan. Salah satu yang mendapat mandat besar adalah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Propinsi Kepulauan Riau yang membidangi pembangunan sumberdaya kelautan dan perikanan.

Melihat besarnya potensi kelautan dan perikanan yang ada, maka pemerintah dirasa perlu melakukan usaha-usaha yang dapat memajukan ekosistem kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Riau, hal ini sesuai dengan visi yang diemban oleh DKP Provinsi Kepulauan Riau yaitu “Terwujudnya Provinsi Kepulauan Riau Sebagai Salah Satu Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Unggulan di Indonesia”. Adapun misi dasar yang berkaitan langsung dengan kelautan dan perikanan antara lain : Meningkatkan pendayagunaan sumber daya kelautan, pengembangan potensi ekonomi lokal dengan menjamin keberpihakkan kepada rakyat kecil, serta mengembangkan wisata berbasis kelautan dan budaya setempat serta beberapa misi lainnya yang berkaitan dengan  pendidikan, investasi dan lain-lain.

Untuk mewujudkan misi dasar tersebut diperlukan beberapa strategi yang perlu diambil yaitu:

  1. Mendorong pengembangan perikanan tangkap dan budidaya melalui penyediaan sarana dan prasarana, permodalan dan  teknologi;
  2. Mendorong pengembangan  usaha pengolahan dan pemasaran secara terpadu;
  3. Meningkatkan keterkaitan antar daerah (connectivity);
  4. Mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal, kawasan terdepan/terluar.

Berbagai potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki oleh Propinsi Kepulauan Riau terdiri dari berbagai hasil perikanan laut, wisata bahari dan pantai, ekosistem mangrove, terumbu karang dan rumput laut serta berbagai jenis biota laut lainnya.

Dari beberapa potensi perikanan yang ada, maka sangat perlu untuk dikembangkan secara intensif salah satunya adalah budidaya perikanan. Berbagai komoditas ekonomis penting seperti ikan kerapu, kakap putih, bawal bintang dan rumput laut sangat cocok dikembangkan di perairan Propinsi Riau.

Berbagai kegiatan budidaya perikanan yang cukup lama dikembangkan oleh masyarakat  antara lain pembesaran ikan, budidaya rumput laut, dan pengelolaan siput gonggong. Khusus budidaya ikan, bidang ini menjadi usaha unggulan bagi masyarakat nelayan, hal ini terbukti dari bertambahnya jumlah Rumah Tangga pembudidaya (RTP). Salah satu alasan budidaya perikanan berkembang cukup baik adalah adanya keuntungan usaha yang relatif besar sehingga dapat meningkatkan taraf hidup pembudidaya.

Namun kendala yang dihadapi oleh pembudidaya ini adalah minimnya pengetahuan tentang teknologi budidaya perikanan, tentunya hal ini menjadi perhatian utama bagi DKP Propinsi Kepulauan Riau untuk turut mengawal keberhasilan usaha budidaya perikanan.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh DKP Propinsi Kepulauan Riau adalah pembangunan  sumber daya manusia melalui kegiatan pelatihan maupun magang yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat pembudidaya di wilayah Kepualau Riau, sehingga dapat meminimalisir kegagalan usaha, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Last Updated (Tuesday, 14 October 2014 11:24)

Read more...

 

Pendahuluan

          Pakan alami (plankton) pada usaha budidaya perikanan tidak dapat dipisahkan karena pakan alami merupakan pakan awal bagi kehidupan larva ikan, udang dan kekerangan yang dibudidayakan. Pakan alami terbagi menjadi phytoplankton dan zooplankton dimana keduanya memiliki kelebihan untuk pertumbuhan larva. Hal ini dikarenakan pakan alami mudah diproduksi,  kandungan nutrisinya lengkap dan tinggi  (Asam amino esensial, Asam lemak esensial /HUFA &PUFA), isi sel tipis dan padat (mudah di cerna),  cepat berkembang dan toleran terhadap lingkungan, gerakan menarik bagi ikan (hewan budidaya),  aktif (mudah ditangkap) dan tidak menghasilkan racun  (buffer  lingkungan).

          Laboratorium Pakan Alami Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo dalam meningkatkan pelayanannya menyediakan bibit phytoplankton Chlorophyceae : Nannacloropsis acculata, Nannacloropsis vulgaris, Tetraselmis chuii, Tetra jepang, Tetra telle, Dunaliella sp, Spirullina sp, Chlorella tawar danMicrosystis sp. dan phytoplankton Chrysophyceae (Diatom) : Chaetoceros calcitran, Chaetoceros gracillis, Chaetoceros cerratos, Chaetoceros simplek, Chaetoceros mullery, Chaetoceros amami, Phaeodactylum sp, Naviculla sp, Pavlova lutheri, Nitzchia sp, Skeletonema costatum, Phorpyridium sp, Isocyisis galbana,  Thallasiosira sp, Botryococcus sp.

Last Updated (Tuesday, 19 August 2014 15:03)

Read more...

 

1.1 Latar Belakang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempunyai program untuk merevitalisasi tambak. Revitalisasi tambak tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi udang nasional. Program tersebut dilakukan dengan menitik beratkan pada penataan kembali kawasan tambak produksi yang mengarah terjadi peningkatan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Hal itu dilakukan dengan perbaikan kembali tambak - tambak yang mulai menurun produktifitasnya, tambak yang belum maksimal pemanfaatannya dan pengelolaan tambak dengan teknologi yang aplikatif. Revitalisasi merupakan bagian dari konsep industrialisasi yang memiliki konsep pengembangan kawasan yang saling terpadu dan berdasar aspek wilayah.

Kabupaten Lombok Tengah terletak pada posisi 82° 7' - 8° 30' Lintang Selatan dan 116° 10' - 116° 30' Bujur Timur, membujur mulai dari kaki Gunung Rinjani di sebelah Utara hingga ke pesisir pantai Kuta di sebelah Selatan dengan beberapa pulau kecil yang ada disekitarnya. Luas wilayah Kabupaten Lombok Tengah adalah 1.208,39 km².

Kabupaten Lombok Tengah memiliki potensi untuk pengembangan Perikanan budi daya yang cukup besar yaitu sekitar 15,679 Ha. potensi budi daya air payau yang tersebar pada 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Pujut dan Praya Timur dengan luas potensi lahan sebesar 450 Ha. dari luas tersebut telah dibangun tambak sekitar 339,3 Ha, namun karena keterbatasan modal dan teknologi maka luas tambak yang berproduksi sebesar 17,6 Ha atau 3,2 % dari total potensi yang ada. dengan demikian, masih sekitar 96,8 % atau seluas 432,4 Ha yang cukup potensial untuk dikembangkan dengan proyeksi produksi sekitar 3.327,5 ton/tahun.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo selaku UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan pembinaan sekaligus transfer teknologi melalui kegiatan Diseminasi teknologi Budidaya Udang Vaname secara semi intensif di Kabupaten Lombok Tengah.

 

Last Updated (Tuesday, 29 April 2014 10:41)

Read more...

 
Who's Online
We have 1 guest online