Home

Foto_Bersama_Dirjen_DJPB

Dalam rangka mempromosikan potensi ekonomi dan bisnis perikanan budidaya dan sekaligus untuk menarik investor di bidang perikanan budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), menggelar Indonesian Aquaculture (Indoaqua) 2016, yang tahun ini dibarengi dengan acara tahunan tingkat Asia, yaitu Asia Pacific Aquaculture (APA). Kegiatan ini merupakan ajang pertemuan akuakultur terbesar se - Asia Pasisfik. INDOAQUA - APA 2016 dilaksanakan pada tanggal 26 – 30 April 2016 di Grand City Convex, Surabaya – Jawa Timur. Pada pelaksanaan Indoaqua 2016 ini, tema yang diusung adalah “Profitability, Sustainability, and Responsibility for The Future”.

Read more...

 

Magang Siswa 

Generasi muda merupakan pilar utama pembangunan bangsa. Disadari atau tidak, pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk dalam pembangunan poros maritim yang digadang-gadang sebagai pilar utama pembangunan perekonomian dunia. Gagasan yang pertama kali dicetuskan oleh Presiden Jokowi dalam debat Capres 2014 yang lalu merupakan langkah cerdas dalam memahami dan memanfaatkan keunggulan geografis Indonesia dan potensi yang terkandung di dalamnya.

Menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia harus didukung oleh semua pihak, bahkan  karena sangat pentingnya, doktrin ini menjadi semacam ideologi atau arus utama (mainstream) pembangunan Indonesia yang tidak boleh diubah walaupun presiden dan kabinetnya naik turun silih berganti.

Turut serta dalam mempersiapkan generasi muda yang peka terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan potensi alam yang berlimpah melalui dunia perikanan yang sangat besar potensinya menjadikan Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo bertekad untuk mengoptimalkan pelayanannya. Peran Balai dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi teknologi budidaya perikanan kepada stake holder diselenggarakan  dalam bentuk pelayanan magang, Praktek Kerja Lapang, Praktek Kerja Industri (Prakerin) dan kegiatan Penelitian. Pada Bulan Februari 2016 ini jumlah peserta pembelajaran di BPBAP Situbondo mencapai 148 orang baik  Siswa maupun Mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia khususnya wilayah yang berpotensi untuk pengembangan budidaya perikanan air payau.

Read more...

 

Kerapu_Cantang

Latar Belakang

Ikan kerapu merupakan ikan budidaya yang banyak dikembangkan dan diproduksi para pembudidaya untuk memenuhi kebutuhan pasar dan sebagai komoditas budidaya laut unggulan untuk diekspor dengan nilai yang cukup tinggi.  Permasalahan umum  yang terjadi dalam budidaya ikan adalah bagaimana mendapatkan benih ikan unggul yang tumbuh cepat, FCR rendah, tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan penyakit.  Karenanya BPBAP Situbondo sejak tahun 2010 berupaya memenuhi tuntutan tersebut dengan melakukan hibridisasi dan berhasil membuat species baru hasil hybrida antara betina kerapu Macan dan jantan kerapu kertang yang kemudian  dinamai kerapu CANTANG.

Dengan hadirnya benih varietas baru ini terbukti dapat membantu produksi benih dan ikan konsumsi secara Nasional untuk mendukung pencapaian target produksi perikanan budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Benih kerapu hibrida menunjukkan kinerja lebih unggul jika dibandingkan dengan kedua induknya baik dari segi kecepatan pertumbuhan maupun survival rate yang dihasilkan mulai dari produksi benih.

Read more...

 

Kerapu Hibrida Cantang

Seiring dengan diimplementasikannya kebijakan strategis dalam pengembangan budidaya ikan payau/laut, dukungan pemerintah,  secara langsung telah berhasil mendorong berkembangnya usaha budidaya payau/laut di berbagai daerah. Budidaya ikan payau/laut merupakan harapan baru  sekaligus peluang atas pelaksanaan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) ke-3 yang akan fokus pada pengembangan marikultur. Harapan tersebut untuk mewujudkan industri marikultur di Indonesia dengan segenap potensi sumberdaya laut dan berpeluang besar menguasai pangsa pasar produk budidaya laut dunia. Selain itu dapat menjadi program pemenuhan kebutuhan domestik baik pangan maupun ekonomi.

Dengan  meningkatnya permintaan ikan terutama ikan kerapu maka berbagai upaya dilakukan untuk memacu produksi guna memenuhi kebutuhan benihnya dengan tetap memperhatikan kualitas end productnya. Salah satu yang dilakukan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo adalah hibridisasi ikan kerapu. Hibridisasi merupakan salah satu metode pemuliaan untuk mendapatkan strain baru yang mewarisi sifat-sifat genetik terbiaknya dari kedua tetuanya dan untuk meningkatkan heterozigositas. Hibridisasi bertujuan untuk menghasilkan benih ikan kerapu varietas baru terbaik yang unggul dari ikan aslinya.

Last Updated (Friday, 29 January 2016 13:05)

Read more...

 

 

 

 

 

Penggunaan bahan kimia/obat/antibiotik, selama ini masih sebagai andalan bagi pelaku perikanan dalam pengelolaan kesehatan ikan dalam upaya pengendalian penyakit pada perikanan budidaya. Namun semakin disadari bahwa penggunaan bahan-bahan tersebut memiliki dampak negatif yaitu adanya residu yang berbahaya baik terhadap lingkungan perairan, ikan, maupun konsumen.

Pada budidaya ikan, penggunaan bahan pengendali penyakit ikan merupakan salah satu komponen yang sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, alternatif strategi pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan dapat dilakukan melalui upaya pencegahan dan pengendalian. Pencegahan merupakan langkah paling ideal untuk mengendalikan penyakit pada perikanan budidaya. Strategi pencegahan penyakit secara dini yang diyakini lebih efektif dan prospektif adalah melalui vaksinasi.

Vaksinasi pada perikanan budidaya telah terbukti memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya. Keberhasilan program vaksinasi pada perikanan budidaya diyakini akan berdampak pada menurunnya tingkat kematian ikan budidaya akibat infeksi patogen potensial, menurunnya penggunaan antibiotik pada budidaya ikan dan menurunnya daya resustensi beberapa jenis patogen terhadap antibiotik. Adapun dampak langsung dari program vaksinasi adalah peningkatan produksi yang nyata sebagai akibat dari penurunan kematian ikan akibat penyakit. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung program “Gerakan Vaksinasi Ikan (GERVIKAN)”, Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo menyelenggarakan kegiatan seminar sehari bagi para pembenih/pembudidaya ikan di Kabupaten Situbondo. Pemilihan lokasi di Kabupaten Situbondo dikarenakan Kabupaten Situbondo merupakan sentra produksi perikanan budidaya mulai dari pembenihan sampai dengan pembudidaya (KJA) terutama komoditas ikan air laut. Disamping itu diadakannya kegiatan ini di Kabupaten Situbondo adalah untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha perikanan baik pembenih maupun pembudidaya ikan akan pentingnya penggunaan vaksin untuk mencegah penyakit ikan.

Tujuan dari kegiatan Seminar Sehari Gerakan Vaksinasi Ikan “Stop Antibiotik, Ayo Gunakan Vaksin” ini adalah memasyarakatkan vaksinasi pada ikan sebagai alternatif pengganti pemakaian antibiotik dalam pengendalian penyakit, sedangkan putput yang diharapkan adalah peningkatan pengetahuan masyarakat perikanan tentang vaksinasi pada ikan dan penerapannya sebagai alternatif pengganti pemakaian antibiotik dalam pengendalian penyakit.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan seminar sehari Gerakan Vaksinasi Ikan bagi para pembenih/pembudidaya ikan di Kabupaten Situbondo dengan tema “Stop Antibiotik, Ayo Gunakan Vaksin” diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 28 Mei 2015 pukul 08.30 – 15.00 WIB, bertempat di Aula Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo.

Seminar sehari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo, Bapak Ir. Dwi Soeharmanto, MM. Acara ini dihadiri oleh 85 orang peserta yang berasal dari pembenih/pembudidaya ikan kerapu di wilayah Situbondo, penyuluh perikanan, perwakilan Dinas Kabupaten Situbondo, BBI Sukorejo Dinas Kabupaten Malang, BBI Klenang Dinas Kabupaten Probolinggo, Unit Pengembangan Budidaya Laut Situbondo. Pada acara ini diberikan materi tentang “GERVIKAN sebagai Kebijakan Pemerintah mencegah Penyakit Ikan” oleh Kasubdit Hama Penyakit dan Lingkungan Dir. Kesling DJPB, Ibu Ir. Mukti Sri Hastuti, M.Sc.

Acara dilanjutkan dengan materi “Manfaat dan Strategi Aplikasi Vaksin Ikan”, yang disampaikan oleh Prof. Dr.Ir. Kamiso, H.N., M.Sc. Selain itu, pada acara ini dibagikan vaksin Vibrio polivalen kepada perwakilan pembenih ikan kerapu Kabupaten Situbondo yang diwakili oleh Bapak Ir. Arbono (ketua Asosiasi HSRT Situbondo) dan kepada perwakilan pembudidaya ikan kerapu Kabupaten Situbondo yang diwakili oleh Bapak Agung Sumbodo (ketua Asosiasi Keramba Jaring Apung Situbondo), serta otomatic injektor dan vaksin Aeromonas hydrophila kepada BBI Sukorejo Dinas Kabupaten Malang yang diwakili oleh Bapak Dandi Oktiandi, A.Pi. Vaksin dan otomatic injektor yang dibagikan merupakan bantuan dari Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan tahun 2014.

Last Updated (Tuesday, 01 September 2015 15:25)

 
Who's Online
We have 116 guests online